jarak memang menjadi momok tersendiri
bagi cinta yang tak selalu dapat berpadu karenanya
menjadi kewajiban bagi insan yang terlibat cinta itu
untuk menjaga keharmonisannya dengan caranya
untuk menjaga kepercayaan masih-masing dengan caranya
untuk menjada komitmen masing-masing dengan caranya
ah.. bagaimana jika salah satunya terlalu dominan diantara keduanya?
apakah hubungan atas dasar cinta itu akan terus berjalan dengan semestinya?
ataukah salah satunya hanya akan merasakan sakit di hatinya,
kemudian hilang dengan sendirinya karena cinta yang teramat pada kekasihnya?
aku rasa sangat tidak adil ketika hal itu terjadi
si A berjuang keras mempertahankan hubungan itu
sedang si B memanfaatkan itu untuk tetap mendapat rasa sayang saja.
bangsat memang yang seperti itu. tidak tau diri!
tapi, bagaimana jika si B menyadari kesalahannya itu
dan membiarkan si A untuk melepaskan diri, agar tak terus tersakiti ?
apakah yang seperti itu wajar dilakukan? apakah itu berarti dia menyerah
dan tidak memberi apresiasi, atas perjuangan yang telah di lakukan oleh si A ?
tidak, bagiku..
dalam cinta tidak ada adil dan tidak adil..
semua kembali pada komitmen dan prinsip.
menyerahkan dan kemudian menghormati prinsip satu sama lain,
menurutku itulah yang paling benar.
menerima apa adanya memang baik.
benar kata Tulus dalam lagunya "Jangan Cintai Aku Apa Adanya"
...tuntutlah sesuatu, biar kita jalan kedepan...
untuk setiap insan yang menjalani hubungan jarak jauh,
saling percaya, saling menghargai dan saling menjaga
adalah bumbu utama keberlangsungan hubungan kalian.
terpenting, kejujuran haruslah menjadi landasan di setiap apapun,
yang kalian lakukan saat bersama maupun dipisah jarak dan waktu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar