Minggu, 20 Desember 2015

Sore itu, pukul setengah empat.

Kala itu, sang Hati begitu tenang dengan hadirnya sang hujan
Baginya, hujan adalah alunan musik terindah dari Pencipta,
karena Kesedihan, Kebahagiaan, segalanya melebur dalam hujan.
Kau tidak percaya?
Pejamkan matamu, Rasakan dan Dengarkanlah!
Rintiknya akan seketika memutar ulang
Momen-momen yang pernah dilalui setiap pemilik Hati.
Percayalah!






Kecuali kau tak punya Hati.

Senin, 07 Desember 2015

Untukmu

Untuk seseorang yang baru saja hadir..
Dan memporak-porandakan sisi hatiku..
Karenamu sajak ini tercipta.

***

Cinta pada pandangan pertama.
Yang seharusnya tidak boleh terjadi, dengannya.
Tapi sekali lagi, aku tak mampu membendung rasaku.

Aku tak tau apakah kamu tau
Tentang rasaku yang menggebu,
Teramat menggebu..

Tak wajar memang rasa ini berkembang begitu pesat
Hanya sekejap setelah kita berjabat tangan kala  itu.
Tapi aku kini mendambamu, sungguh!

Hanya sekejap setelah aku mengenalmu
Rasa kagumku tumbuh dan berkembang
Menjadi cinta yang tumbuh menyakitkan

Namun dalam kenyataan sakit itu
Aku menikmatinya
Menikmati setiap detil perih yang terasa
Menikmati setiap retakan yang terasa
Menikmati setiap garam yang kemudian ditaburkan diatasnya

Seperti kata sapardi, dalam sajaknya di Hujan Bulan Juni

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu”

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”

“aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai
Mendoakan keselamatanmu.”

Iya, ini sudah benar..

Aku mencintaimu, tanpa tanda tanya.

y

Jumat, 17 April 2015

Jangan Cintai Aku Apa Adanya

jarak memang menjadi momok tersendiri
bagi cinta yang tak selalu dapat berpadu karenanya

menjadi kewajiban bagi insan yang terlibat cinta itu
untuk menjaga keharmonisannya dengan caranya
untuk menjaga kepercayaan masih-masing dengan caranya
untuk menjada komitmen masing-masing dengan caranya

ah.. bagaimana jika salah satunya terlalu dominan diantara keduanya?
apakah hubungan atas dasar cinta itu akan terus berjalan dengan semestinya?
ataukah salah satunya hanya akan merasakan sakit di hatinya,
kemudian hilang dengan sendirinya karena cinta yang teramat pada kekasihnya?

aku rasa sangat tidak adil ketika hal itu terjadi
si A berjuang keras mempertahankan hubungan itu
sedang si B memanfaatkan itu untuk tetap mendapat rasa sayang saja.
bangsat memang yang seperti itu. tidak tau diri!

tapi, bagaimana jika si B menyadari kesalahannya itu
dan membiarkan si A untuk melepaskan diri, agar tak terus tersakiti ?
apakah yang seperti itu wajar dilakukan? apakah itu berarti dia menyerah
dan tidak memberi apresiasi, atas perjuangan yang telah di lakukan oleh si A ?

tidak, bagiku..
dalam cinta tidak ada adil dan tidak adil..
semua kembali pada komitmen dan prinsip.
menyerahkan dan kemudian menghormati prinsip satu sama lain,
menurutku itulah yang paling benar.

menerima apa adanya memang baik.
benar kata Tulus dalam lagunya "Jangan Cintai Aku Apa Adanya"
...tuntutlah sesuatu, biar kita jalan kedepan...

untuk setiap insan yang menjalani hubungan jarak jauh,
saling percaya, saling menghargai dan saling menjaga
adalah bumbu utama keberlangsungan hubungan kalian.
terpenting, kejujuran haruslah menjadi landasan di setiap apapun,
yang kalian lakukan saat bersama maupun dipisah jarak dan waktu :)