Minggu, 17 Januari 2016

Semesta

Aku lelah diperbudak rindu
merubahku jadi pengganggumu.
Mungkin benar adanya logika,
kau tak perlu prioritaskan ia
karena iapun belum tentu memprioritaskanmu.
Kau tak perlu repot menangiskarena iapun takkan pernah tau.
Kau tak perlu menghabiskan banyak energi
hanya untuk menunggu kabarnya sedang ia disana mengingatmupun tidak.
Kau tak perlu setiap menit mengecek handphonemu dengan harapan notifikasi darinya.


Sudahlah, kau harus sadar bahwa kau,
bukan apa-apa yang berharga dibanding apa yang telah ia miliki.
Kau hanya salah satu bintang kecil yang redup,
diantara bintang bersinar lain dalam hidupnya yang kau anggap semestamu.
Kau harus berusaha ikhlas mencintai ia dengan setia dalam doa yang tak henti dipanjatkan padaNya.
Karena mendoakan adalah cara mencintai paling rahasia.
Bersyukurlah karena kau masih memiliki cara,
untuk sekedar melepas jeratan rindu dengan memandangi fotonya yang ada. Itu harus cukup.
Karena kau HARUS terima bahwa waktunya bukan semata-mata milikmu.
Barangkali ini terakhirku tunduk pada perintah rindu.
Kepadamu, Semestaku..
Aku mencintai dan menyayangimu, selalu.