aku mengenalmu sudah begitu lama..
yang pada akhirnya kini, aku jatuh dipelukanmu
aku menemukan hangat dalam tatapan matamu..
aku menemukan teduh dalam renyah tawamu..
aku menemukan nyaman dalam dekapanmu..
aku menemukan sesuatu yang tak mampu aku wujudkan dengan kata,
saat kamu menggenggam tanganku begitu erat.
memelukmu kini, menjadi kebutuhan pokokku..
tentunya setelah sandang papan panganku.
aroma tubuhmu menyesakkan rindu yang menggebu..
membuatku seperti pecandu yang seringkali
berangan sedang mencium aromamu yang dibawa oleh angin..
meski seringkali kamu membuatku kesal
meski tak jarang kamu buatku kecewa
meski selalu kamu membuatku menangis...
aku selalu setia dengan rinduku.
rindu saat kita akan berjumpa lagi,
setelah hari itu...
aku sedang berusaha sekarang
berusaha untuk tidak terlalu memikirkanmu..
berusaha untuk menahan rindu..
berusaha untuk mengerti kesibukanmu..
berusaha untuk mengerti duniamu.
dunia yang sudah lama kamu jalani, jauh sebelum kita akhirnya bersama..
aku tersenyum ketika kamu mulai menyadari perubahan ini..
aku pikir kamu tidak peka,
aku pikir kamu adalah makhluk paling cuek yang Tuhan cipta..
tapi kamu menyadari perubahanku kepadamu.
tolong, jangan tanya kenapa.
aku sudah menjelaskannya tadi.
tolong, berhenti menyusahkan perasaanku dengan rindu.
tolong, sekali saja tepati janjimu untuk menjadi seperti yang kumau..
karena hanya itu,
hanya itu yang aku mau darimu yang kusayangi kini
barangkali Tuhan kirimkan kamu,
memang untuk menguji kesabaranku..
maka aku akan belajar untuk lebih sabar menghadapi sikap cuekmu.
tenang, meski kini aku lebih sering diam..
dalam diamku, aku masih menyimpan sejuta rasa rindu
dalam diamku, aku masih menyayangi dan mencintaimu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar