Selasa, 25 Juni 2013

gagal move on......

cerita kita berawal dari sebuah senyuman..
hanya senyuman yang selama bertahun-tahun membuatku,
hampir saja tidak bisa berpaling kepada siapapun, awalnya.
meskipun sampai saat ini, setelah dia meninggalkanku
aku sudah beberapa kali menjalin hubungan, tapi...
tidak pernah berhasil membuatku move on, dari dia.
im not blaming this failure to him.
ini hanya sebuah proses yang sulit. yang panjang.
meskipun cinta kami, hanya bersemi sesaat.
sepanjang musim panas, hanya sepanjang SATU musim panas.
butuh waktu sekejap untukku menaruh kagum padanya.
tapi butuh waktu lebih dari sekejap untuk hilangkan kagumku, padanya.

aku jatuh hati pada pandangan pertamaku kepadanya, pada senyumnya.
senyum khasnya, merekah memamerkan gingsul pada gigi taringnya, manis.
memang manis, dia adalah laki-laki paling manis yang pernah kulihat di sekolah.
sekolah tua yang menjadi favorit di kotaku, Tegal.
memiliki luas yang tidak bisa dibilang besar, dia menjadi magnet.
magnet yang menarik hatiku untuk jatuh. senyumnya memiliki daya gravitasi.
dan daya gravitasinya begitu kuat, apalagi ketika tahu bahwa dia..
adalah seorang lelaki santun yang tak pernah lupa akan kewajibannya, sholat.
seketika aku merasakan tarikan gravitasi yang makin kuat, aku terpuruk.
tapi tidak hancur, aku terpuruk ke dalam sebuah lesung. di pipinya.

Tuhan, terimakasih sudah mengenalkanku kepada ciptaan terindahMu.

pada waktu itu facebook yang sangat berjasa. menjadikanku dan dia
makin dan semakin dekat setiap harinya, hingga..
aku memilih kata -jelek- untuk kujadikan panggilan sayangku,
tidak ada filosofi khusus, -jelek- adalah fakta terbalik dari parasnya.
aneh kalo aku panggil dia dengan -ganteng- aku merasa tidak cocok.
bukan. aku. banget.

dari wall-to-wall hingga beralih le inbox...
beberapa minggu kemudian, percakapan kami berdua menjadi semakin privat.
dari yang semuanya bisa terbaca oleh teman-teman, hingga hanya
aku, dia, dan Tuhan saja yang tau apa yang sedang kita bicarakan.
aku mengenalnya sebagai sosok yang lugu, yang baik, yang taat beragama.
dan yang paling menyejukkan hati, dia adalah sosok yang patuh kepada Ibunya.
wanita mana yang tak luluh hatinya melihat lelaki yang ia damba, pun sayang pada ibunya..
pada waktu itu dia belum memiliki alat komunikasi, (red:handphone)
memang ketika aku bertanya pada teman-teman yang sudah lebih dulu mengenalnya,
dia memang tidak punya Handphone, kalo ada perlu, telfon rumah berdering.
aku tertawa. kamu lugu, kamu polos. kelewat lugu dan polos!
tapi aku suka, artinya perkataan yang ia lontarkan kepadaku bukan bualan.
hingga pada akhirnya aku meminta dia untuk membeli handphone,
ggak, nggak cuma buat komunikasi sama aku. tapi nantinya juga kamu akan butuh.
dua hari kemudian, dia memberikan sebuah nomor telepon. nomor Handphone-nya.
aku masih hafal dengan baik, sangat baik, memoriku dengannya masih sangat baik.
0857-424-xxx-xx , kalo aku tulis lengkap nanti dia kalian kerjai.
 selama 1-2 bulan kami menjalani hari-hari kami berdua dengan baik,
hanya beberapa ledekan terlontar dari teman-teman yang ternyata memperhatikan.
nggak masalah, aku dan dia sama sekali nggak terganggu, malah senang.
selama bulan-bulan itu pun, dia belum menunjukkan adanya rasa yang sama denganku.
meskipun kami berdua saling melemparkan perhatian, aku hanya tidak yakin.
sampai akhirnya dia menuliskan sebuah status -I THINK I FALL IN LOVE-
karena penasaran dan nggak mau kepedan, aku tanya sama dia, "jatuh cinta sama siapa?"
nggak lama, dia bales dengan satu kata.. "kamu."

ini mimpi atau nyata ? perasaanku terbalas.
diapun menyukaiku, sejak lama katanya.
dia malu mengungkapkannya. sampai pada akhirnya,
rindu yang menguatkan perasaannya dan membuatnya
berani untuk ungkapkan perasaannya. tapi hanya perasaan.
hanya perasaan yang dia sampaikan, tidak ada maksud lain.
misalnya, sebuah status...........
(c)

Tidak ada komentar: